Rekaman ini merupakan hasil pertama lagu-lagu Bahasa Indonesia diciptakan oleh Theodore A Henning II. Depangil “Tadj” [tertulis Tah] dia mengemukakan sebuah CD-R ini judulnya, Kasihnya Yang Sejati. Musiknya beda dari lagu satu kepada yang lain. Walapun isi mencapai bahan spiritual Kristen, maka itu adalah pesanan penting yang ikut bentuk musik beda, baik Country, Bluegrass, Jug Band ataupun Folk. Tah adalah penyanyi terutama dan pegang guitar keenam snar dan keduabelas snar. Dengan Kasihnya Yang Sejati dialah memperkenalkan sebuah group vocal, Macadam Loose Gravel Singers. Lagu itu yang terahir adalah suatu lagu menunjukkan hidup yang susah bagi orang pedalaman, yaitu orang berdiam Papua, orang Wondama. Dalam Bahasa Wondama, Ine Atumi berarti inilah anakku. Harapan dia lagu-lagu ini akan bukti menarik dan mengembirakan anda, baik anda orang Jakarta, orang Makasar, orang Ambon, orang Papua ataupun orang Belanda, Inggris dan orang lainnya tak dinamakan. Betul adalah kasih yang sejati.
This music is the first recording of original songs in the Indonesian language by Theodore (Ted) A Henning II. Known as “Tadj” [spelled Tah] his music interest is not limited to one genre. As a stylized Folk artist he has here written message songs of a spiritual nature that range from blues to jug band, contemporary to country with even a peripheral bluegrass sound. He plays six and twelve string acoustic guitar and sings the lead vocals. Willie Nelson's drummer, Billy English sat in percussion on several tunes and Terry Scherrer worked the bass. Tah also added dobro, banjo, harmonica and fiddle. Kasihnya Yang Sejati [Perfect Love] song collection introduces the Macadam Loose Gravel Singers. The last song, Ine Atumi attempts to capture the essence of life’s hardships for Wandamen [Wondama] people of Papua [formerly Irian Jaya], Indonesia. The song is sung in Bahasa Indonesian, English and Wandamen languages, with typical death wail ending. Tah hopes these tunes will prove to be uplifting to those that hear them.
Read more...